Berikut ini adalah tips #2 yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan kecepatan loading website profil perusahaan Anda.
Seperti kami jelaskan pada artikel Optimasi Kecepatan Website WordPress Tahap #1, di Tahap #2 ini Anda akan membutuhkan waktu dan fokus yang relatif lebih banyak.
Disclaimer:
solusi kecepatan loading website yang kami sampaikan dalam artikel ini ditujukan khususnya untuk Anda yang menggunakan layanan shared hosting (non-VPS) dengan cPanel atau pengguna hPanel Hostinger.
Table of Contents
Optimasi Kecepatan Loading Website
Tahap #2 terdapat 5 bagian setup optimasi melalui cPanel dan melalui WordPress Dasboard.
Pastikan bahwa Anda memiliki akses cPanel hosting dan WordPress dashboard. Yuk, langsung kita coba..
Total Time: 1 hour

Buka dashboard cPanel untuk mengakses semua fitur.
Pada kolom “Search Tools (/)” ketikkan Optimize Website.

Setelah halaman fitur Optimize Website terbuka.
Aktifkan poin Compress All Content
Kemudian klik Update Settings

Arahkan cursor kolom “Search Tools (/)” ketikkan Select PHP Version
Setelah halaman PHP Selector Tab Extensions terbuka, ganti Current PHP Version ke versi 1 Grade di bawah versi yang Terbaru.
Karena umumnya tidak semua plugins dan themes yang Anda gunakan sudah menggunakan versi terbaru. Tetapi sesuai pengalaman kami, versi 1 grade di bawah versi terbaru memberikan efek yang signifikan terhadap performa situs.
Kemudian, pindahkan Tab ke PHP Option dan setup
1. nilai memory_limit ke nilai maksimalnya
2. nilai post_max_size ke nilai 2M
3. nilai upload_max_filesize ke nilai 2M

Arahkan cursor ke sidebar (kiri), pilih WordPress Manager by Softaculous
Selanjutnya akan muncul listup website yang Anda sudah buat.

Klik pada dropdown arrow di bagian kanan, sehingga muncul detail instalasi.
Klik pada dropdown arrow di kolom Auto Upgrade WordPress Core, kemudian pilih Upgrade to latest version avaiable Major as well as Minor.
Berdasarkan pengalaman masing-masing, terdapat pro kontra mengenai setup bagian ini.
Umumnya karena khawatir setting auto upgrade membuat tampilan situs menjadi rusak karena proses upgrade tidak sempurna.

Selanjutnya akses WordPress dashboard situs Anda.
Temukan section Plugins kemudian klik Installed Plugins
Akan tampil seluruh plugins yang telah diinstal
tick semua plugins, kemudian pada kolom Bulk Action, pilih Enable Auto Updates kemudian klik Apply

Temukan section Appearance kemudian klik Themes
Pastikan hanya ada 1 Tema WordPress ter-instal dan klik Enable auto-updates

Terakhir Anda dapat mengurangi jumlah plugins WordPress situs dengan menggunakan plugins
Admin and Site Enhancements (ASE) dan Code Snippets.
2 plugins ini setidaknya masing-masing dapat menggantikan 5 plugins.
Tips untuk Pengguna hPanel Hostinger
Layanan Hostinger memberikan kemudahan pengguna awal newbie melalui hPanel untuk melalukan optimasi kecepatan loading website.
Kenapa memudahkan, karena semua fitur hanya cukup diakses dari halaman member area Hostinger, tanpa membuka Tab dan tampilan baru seperti cPanel (yang cenderung teknikal).
Untuk melakukan optimasi ini, kami asumsikan Anda sudah login ke member area layanan Hostinger.
Mulai dari tampilan Beranda Member Area, silakan menuju section Hosting kemudian klik Manage

Pilih website Anda dengan kolom dropdown di sidebar kiri.
Tampilan Overview akan memberikan rekomendasi optimasi lewat Tips to improve

Selanjutnya fokus pada poin improvement dengan mengaktifkan CDN, PHP version dan aktivasi Smart WordPress Auto Update.
Anda tinggal mengaktifkan atau Enable poin yang direkomendasikan layanan misalnya CDN dan PHP version.


Untuk mengaktifkan layanan Smart WordPress Auto Update, klik sub-section WordPress/Security.
Anda dapat memilih apakah melakukan update partial atau all untuk WordPress Core, Themes dan Plugins.

Kesimpulan
Ulangi kembali melakukan pengecekan kecepatan loading website situs Anda menggunakan PageSpeed Insight setelah melakukan optimasi tahap #2 ini.
Sampai disini, Anda telah melakukan optimasi Tahap #1 dan Tahap #2. Kami yakin kecepatan loading website Anda seharusnya sudah meningkat dengan signifikan.
Tetapi jika hasilnya belum optimal, Anda dapat mempelajari Tahap #3 tentang mengganti Tema WordPress dan mengganti Page Builder.
Beberapa praktisi menyampaikan bahwa, Page Builder Elementor kurang ramah untuk pengguna shared hosting services karena load yang berat saat dioperasikan.
Tetapi hal itu bagi kami tidak sepenuhnya benar, karena tentunya pihak Elementor terus berbenah untuk melayani jutaan penggunanya.
Sedangkan Tema WordPress, khususnya Classic Theme yang masih menggunakan PHP memegang peran penting terhadap dampak kecepatan loading website, melalui ringkas tidaknya pemrograman saat membangun theme tersebut.
Materi Tahap #3 akan kami rilis terpisah sebagai acuan lanjutan.




